Amalkan Agama dan pelajarilah dengan baik

Agama yang benar itu, bagaikan lampu yang menerangi umat berjalan menuju ke arah kemajuan. Sedangkan mengamalkan ajaran agama adalah petunjuk jalan untuk seluruh umat manusia.

Agama adalah ciptaan Allah, maka betapa janggal bagi akal sehat,  jika sekiranya Allah memerintahkan kepada sekalian hamba-Nya untuk melaksanakan sesuatu yang menyebabkan mereka lebih suka duduk  bardiam diri, tidak berusaha melakukan amal baik, dan yang menghambat mereka mencapai kehidupan yang layak dan  diridhai Allah swt.

Kemajuan yang baik dan benar adalah inti utama dalam jiwa

Agama yang benar. Kalaupun tidak dapat dikatakan bahwa keduanya itu identik maka keduanya merupakan dua saudara sekandung, yaitu seayah dan seibu. Ayahnya adalah hak (kebenaran) dan ibunya adalah hakikat (kenyataan).

Tidak ada sesuatu pun yang dapat membahagiakan manusia, kecuali agama dan tidak ada sesuatu pun yang dapat mencelakakan mereka, kecuali mengabaikan agama atau berpegangan dengan bagian luar (kulit) agama dan meninggalkan inti ajarannya.

Agama ibarat pedang bermata dua (dua sisinya sama-sama tajam). Apabila ada orang yang mengaku beragama, berusaha memperbaiki pengamalannya (mengamalkan dengan baik, menggunakannya sebagaimana mestinya), maka agama itu menjadi penolong dalam menghadapi segala kesulitan dan menjadi petunjuk jalan di kala dalam keadaan kebingungan (bagai orang yang tersesat di padang sahara) dan agama ibarat lentera yang bersinar dalam kegelapan. Apabila orang yang mengaku beragama itu salah (tidak baik) dalam menjalankan (ajaran) nya, maka akan membawa petaka (bahaya) bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Agama di jaman sekarang ini ibarat suatu momok atau hantu yang tidak bernyawa dan kandungan makna kalimat-kalimat ajarannya disepelekan oleh banyak orang. Ia dimanfaatkan oleh orang-orang yang memakai baju agama sebagai alat untuk mempengaruhi pikiran-pikiranorang awam, agar mau mengangungkan mereka dan untuk mengisi kocek (koper) dengan uang dari mereka tersebut. Mereka yang memanfäatkan untuk tujuan tersebut, sama sekali bukan orang yang mengerti agama, tetapi yang mereka lakukan itu merupakan kebodohan yang parah, akhlak yang tidak terpuji, kepribadian yang hina, jauh dari perbuatan baik dan menyimpang jauh dari tujuan agama yang sebenamya.

Orang-orang yang menggunakan agama untuk tujuan-tujuan tersebut, umumnya adalah orang-orang yang suka pada khayalan, penganut fanatik paham taklid dan budak-budak hawa nafsu.

Sesungguhnya, orang-orang awam tidak dapat disalahkan, apabila mereka meyakini sesuatu yang tidak ada sumbernya dalam agama. Yang patut dipersalahkan hanyalah orang-orang yang menamakan diri sebagai kelompok elit,  Merekalah yang menanamkan pada jiwa orang-orang awam, sesuatu paham atau ajaran yang tidak sesuai dengan syariat, mereka yang menyebarkan kepalsuan atau kebohongan yang mereka sebut sebagai kemajuan akal pikiran (ilmu) dan mereka yang terus memperluas jarak perselisihan (perpecahan) di kalangan putra (penduduk) negara yang telah bersatu.

Ancaman (kerusakan) agama itu timbul dari dua macam orang (macam orang yang pertama) ialah :

“Orang yang menduga, bahwa agamaa Allah itu mengharuskan menjauhi dunia dan dia mengira berpaling darinya itu sangat berguna.

Tapi, andaikata dia didatangkan seribu dirham segeralah melepas takwanya dan menceraikan ketakwaannya.

Ia bukanlah orang yang zuhud sejati dan menjauhi harta dunia tetapi kesungguhan (usaha) dianggapnya menghancurkan tulang Sehingga ia takut berusaha yang bisa membuat kakinya berdarah.

ia hanya istirahat yang dianggapnya perlu dilakukan.

Bukanlah dinamakan zuhud di dunia seseorang yang berpakaian kain kasar dan suka pakaian tambalan.

Sesungguhnya orang zuhud sejati hanyalah orang yang bisa menahan diri (dari hidup bersenang-senang) dan enggan menjadi orang hina.”

Macam orang kedua yang menjadi ancaman kerusakan agama ialah orang yang menganjurkan kebatilan dengan kedok agama, mengafirkan orang lain, menganggap bid’ah dan fasik terhadap orang lain, agar orang-orang menilainya, bahwa dia merupakan orang yang agamis, padahal dia sebenamya adalah orang yang jauh dari agama, laksana jauhnya langit dan bumi.

Maka dari itu berpegang teguhlah pada agama yang benar agar kita semua mencapai dua kebahagiaan dan kebaikan dunia dan akhirat.

Kemudian apa yang harus dilakukan ketika ingin menjadi seorang yang  agamis  yang benar?

Ketika ia ingin menjadi seorang yang agamis yang baik dan benar maka haruslah mempelajari agar mengerti tentang agama tersebut dan mendalaminya. atau minimal mengetahui perkara-perkara yang pokok yang harus diketahui dan diamalkan dalam agama tersebut.

Bagikan artikel ini di (matikan Adblock Plus, Add-ons atau Extensions sejenis, agar icon dibawah ini muncul):