Ada apa di bulan sya’ban?

 

puji bagi Allah, Sholawat Salam semoga Tetap tetap tercurah pad Utusan Allah, keluarga Sahabat dan semua yang berjuang di Jalan Allah.

Sya’ban adalah bulan urutan kedua yang yang dimuliakan oleh allah dan memiliki perstiwa penting yang tidak boleh dilupakan oleh setiap musllim, adapun peristiwa tersebut sudah dipaparkan Oleh prof. Dr. Assayyid Muhammad bin Alawy Almaliky.

Adapun Pemaparan beliau adalah sebagai berikut:

  1. Perubahan Arah Kiblat

sebuah riwayat disebutkan bahwa peristiwa perubahan arah kiblat terjadi pada bulan Sya`ban tepatnya pada tanggal ketiga belasnya. Abu Hatim Al-Bustiy berkata, kaum muslimin melaksanakan salat menghadap ke arah Baitul Maqdis selama 17 bulan lebih tiga hari, kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi untuk salat menghadap ke Ka`bah pada hari ketiga belas pertengahan bulan Sya`ban

  1. Bulan Diangkatnya Amal Perbuatan Seorang Hamba

Imam Nasa`i meriwayatkan bahwa Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, mengapa aku melihat engkau berpuasa pada bulan Sya`ban tidak seperti yang engkau lakukan ketika berpuasa pada bulan-bulan yang lain?’ kemudian Rasul menjawab, “Pada bulan inilah, orang-orang banyak tidak menyadarinya yaitu bulan yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan, pada bulan itulah amal-amal dihaturkan dan dilaporkan kepada Tuhan alam semesta. Oleh karenanya, aku ingin agar ketika amalku dipersembahkan kepada-Nya aku sedang berpuasa.”

 

  1. Melaksanakan Puasa Sunnah Bulan Sya`ban

Aisyah ra. berkata, “Tidak pernah Nabi SAW berpuasa pada suatu bulan lebih banyak dari bulan Sya`ban, karena pada bulan tersebut beliau berpuasa sebulan penuh. Nabi SAW bersabda, “Lakukanlah kebajikan sekuat yang kau sanggupi, karena Allah tidak akan bosan sehingga kalian bosan sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim).

 

  1. Bulan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

demikian karena menurut sebagaian ulama, salah satunya, Imam Al-Qusthulani dalam kitab Al-Mawaahib Al-Ladunniyyah bahwa ayat yang berisi perintah kepada kaum beriman untuk membaca salawat, turun di bulan Sya`ban. Karenanya, bulan Sya`ban dinamai pula dengan Syahrus Sholawaat (bulan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW)

  1. Bulannya Al-Qur`an

Imam Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathoif Al-Ma`aarif menyebut sebuah riwayat tentang apa yang dilakukan para salaf di bulan Sya`ban yang diantaranya adalah menekuni Al-Quran. Dia mengatakan, “Jika bulan Sya`ban telah tiba, umat Islam menekuni lembaran-lembaran Al-Qura`an, mereka membaca Al-Qur`an, dan sekaligus mengeluarkan zakat hartanya untuk memberi kekuatan kepada orang yang lemah dan miskin dalam menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan.”

bin Kuhail dan Hubaib bin Tsabit mengatakan dengan ungkapan yang senada bahwa, “Bulan Sya`ban adalah bulan orang-orang membaca Al-Qur`an. Adapun `Amr bin Qais jika ia memasuki bulan Sya`ban, menutup tokonya dan fokus untuk membaca Al-Qur`an

  1. Memperbanyak Membaca Kalimat Tahlil Dan Istighfar

Sya`ban merupakan waktu yang mulia dan dimuliakan oleh Rasulullah SAW. Sudah sepatutnya jika kita melakukan kegiatan-kegiatan yang senafas dengan kemulian bulan tersebut. Beberapa amalan berupa bacaan selain membaca salawat adalah memperbanyak membaca kalimat tauhid “Laa ilaaha Illallaah” dan membaca istighfar.

dalam sebuah riwayat dari Abu Bakar ra dari Nabi SAW yang berkata, “Hendaklah kalian membaca ‘Laa ilaaha Illallaah’ dan beristighfar (memohon ampun), sebab Iblis telah berkata, ‘Aku binasakan manusia dengan dosa-dosa namun mereka membinasakanku dengan Laa ilaaha Illallaah dan istighfar. Maka ketika aku melihat hal tersebut, aku binasakan mereka dengan bujukan dan godaan dan mereka mengira bahwa mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (HR. Abu Ya`la)

  1. Menghidupkan Malam Pertengahan Bulan Sya`Ban Dengan Kebaikan

Imam Baihaqi meriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jibril datang kepadaku dan berkata, ‘Ini adalah malam nishfu Sya`ban, dimana Allah memerdekakan hamba-hambaNya dari neraka pada malam ini sebanyak bulu domba Bani Kilab, kecuali bagi orang musyrik, bercekcok, pemutus silaturrahim, anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan peminum minuman keras.”

dinukil dan diringkas dari kalam Sayyid Muhammad Alwy Almaliky dalam kitabnya (Madza fi Sya’ban?)

 

Bagikan artikel ini di (matikan Adblock Plus, Add-ons atau Extensions sejenis, agar icon dibawah ini muncul):