Tentang Kedudukan Adab

Merupakan dalil dalil yang menunjukkan pentingnya adab adalah sabda Rasulullah Saw.,”Tuhanku mengajarkan adab kepadaku, maka betapa baiknya pengajaran adabku.”

Disebutkan datam sebuah syair,

كن ابن من شئت واكتسب ادبا # يغنيك محموده عن النسب

ان الفتى من قال ها انا ذا #  ليس الفتى من قال كان ابي

jadilah engkau anak siapa pun, lalu beradab lah maka terpujinya ada akan mencukupimu dari nasab, sesungguhnya pemuda adalah yang berkata Inilah aku dan Bukankah pemuda yang mengucapkan dulu ayahku.

Ibn al-Mubrak mengatakan,”Adab walaupun sedikit lebih kami butuhkan daripada ilmu yang banyak.”Beliau juga menga-takan,”barang siapa  meremehkan adab, niscaya dihukum dengan diharamkan dari hal-hal yang sunnah. Barangsiapa meremehkan sunnah, niscaya dihukum dengan diharamkan dari hal-hal yang wajib. Dan barangsiapa yang meremehkan hal-hal yang wajib niscaya dihukum dengan diharamkan memiliki makrifah.”

Syaikh Abu Ali ad-Daqqaq mengatakan, meninggaikan adab menyebabkan seseorang terusir. Maka barangsiapa beradab buruk di atas Iantai, niscaya akan terusir hingga ke pintu dan barangsiapa beradab buruk di pintu, niscaya akan terusir hingga ke punggung hewan tunggangan.”Hal itu disebutkan dalam Nasyir Almahasin. Seorang ulama berkata kepada anaknya, “Duhai anakku, sungguh aku lebih menyukai engkau mempelajari satu bab mengenai adab daripada mempelajari tujuh puluh bab mengenai ilmu.”

Imam Syafi’I mengatakan,

“Imam Malik berkata kepadaku,

‘Wahai Muhammad, jadikanlah ilmumu bagus dan adabmu halus.) Abdurrahman bin al-Qsim mengatakan, “Aku mengabdi kepada Imam Malik selama 20 tahun, 2 tahun di antaranya untuk mempelajari ilmu dan 18 tahun untuk mempelajari adab. Andaisaja seluruh waktu aku gunakan untuk mempelajari adab.”

Ada yang mengatakan, “Apabila dalam diri seorang pengajar tergabung tiga hal, sempurnalah nikmat yang dirasakan oleh pelajar : kesabaran, tawadhu’, dan akhlak yang baik. Dan apabila dalam diri seorang pelajar tergabung tiga hal, niscaya akan sempurnalah nikmat yang dirasakan oleh pengajar : akal, adab, dan pemahaman yang baik.”Demikian dikutip dari kitab Al ihya.

Dikisahkan dari Abu Yazid al-Busthamiy bahwa beliau bermaksud mengunjungi seorang laki-laki yang dikenal kebaikannya. Maka beliau menunggu orang tersebut di sebuah masjid. Lalu orang tersebut keluar, kemudian meludah di masjid, yakni di dinding sebelah luar masjid. Maka beliau pulang dan lidak jadi bertemu dengannya, Beliau mengatakan,”Seseorang yang tidak dapat memelihara adab syariat, tidak dapat dipercaya menjaga rahasia Allah.”

Bagikan artikel ini di (matikan Adblock Plus, Add-ons atau Extensions sejenis, agar icon dibawah ini muncul):